Perdana di Tabalong: Brigade Pangan Program Cetak Sawah Rakyat Resmi dibentuk
TABALONG (brmp-kalsel) --- Kementerian Pertanian mengoptimalkan peran petani milenial dalam pengelolaan pertanian modern dengan dukungan alat mesin pertanian dan pelatihan manajemen usaha tani untuk mendorong produktivitas dan kemandirian pangan berkelanjutan. Keterlibatan petani milenial dalam mengelola lahan pertanian secara modern salah satunya program cetak sawah rakyat (CSR).
BRMP Kalimantan Selatan sebagai Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Tabalong bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPPTPH) Kabupaten Tabalong melakukan sosialisasi dan pembentukan brigade pangan untuk program CSR di dua desa yaitu Desa Wayau dan Desa Banyu Tajun yang keduanya merupakan wilayah administrasi Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong. Luasan lahan CSR di kedua desa ini sebesar 153,46 hektar.
Acara ini dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Tanjung pada Selasa (26/08/2025) dan dihadiri oleh Dinas KPPTPH Tabalong, aparat Kecamatan Tanjung, para kepala desa, koordinator dan PPL BPP Tanjung, dan para pemuda milenial calon brigade pangan.
Narasumber acara ini adalah Sholeh Nugroho Hadi, Ph.D, penyuluh pertanian dari BRMP Kalimantan Selatan. Sholih menegaskan bahwa brigade pangan beranggotakan 15 petani milenial yang akan mengelola lahan CSR.
“Dengan melibatkan generasi milenial karena harapannya ada regenerasi petani sekaligus dalam pengelolaan pertanian mengedepankan teknologi pertanian yang modern. Selain itu juga brigade pangan tidak hanya mengandalkan alat modern tetapi juga mengembangkan pola kemitraan dengan kelembagaan petani lokal yang merupakan pemilik lahan,” jelasnya.
Pada akhir acara setelah sesi sosialisasi dan diskusi dibentuk brigade pangan dengan nama Brigade Pangan Food Warrior yang kepengurusannya berasal dari dua desa tersebut. Pemberian nama tersebut memiliki makna dan harapan bahwa brigade pangan tidak hanya menjadi solusi untuk meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda. Dengan sinergi antara teknologi dan semangat inovasi, program ini diharapkan mampu membawa Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.(/fhw)